by

Cristiano Ronaldo Lebih Pilih Lindungi Wajah Saat Jadi Pagar Betis

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, kembali tak becus saat jadi pagar betis karena malah sibuk melindungi wajahnya dari bola.

Cristiano Ronaldo sempat dihujani kritikan usai Juventus tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions 2020-2021 walau menang 3-2 atas Porto dalam laga leg kedua, 9 Maret lalu.

Meski menang, Ronaldo gagal membawa Juventus melaju ke perempat final Liga Champions karena secara agregat Si Nyonya Tua imbang dengan Porto 4-4 dan mereka kalah agresivitas gol tandang.

CR7 kemudian dianggap sebagai biang kerok kegagalan Juventus untuk melangkah ke fase selanjutnya lantaran melakukan kesalahan fatal ketika melawan Porto pada partai kedua.

Dalam kondisi tertinggal 1-2, Porto mendapat hadiah tendangan bebas dari jarak yang cukup ideal.

Gelandang Porto, Sergio Oliveira, yang menjadi eksekutor free-kick bErhasil membuat bola melaju deras menghunjam gawang Juventus.

Ronaldo, yang menjadi pagar betis bersama dua pemain lainnya, patut disalahkan atas keberhasilan Porto mencetak gol kedua.

Dalam tayangan ulang, kapten timnas Portugal itu berpaling membalikkan badan seolah ingin melindungi wajahnya dari bola ketika Sergio Oliviera melepaskan tendangan bebas mendatar.

Akhirnya, bola sepakan Oliviera pun berhasil lolos melalui dua sela di kaki Ronaldo dan meluncur ke gawang Juventus.

Kesalahan fatal Ronaldo itu pun mengundang kritikan dari banyak pihak, tidak terkecuali mantan pelatih Juventus, Fabio Capello.

Menurut Capello, apa yang dilakukan Ronaldo merupakan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.

Dia menegaskan bahwa peraih lima Ballon d’Or itu tak boleh takut terkena bola saat menjadi pagar betis.

“Ronaldo tidak boleh melakukan itu (berpaling dari bola) ketika menjadi pagar betis,” kata Capello, dikutip BolaSport.com dari Sky Sports Italia.

“Siapun pemain yang menjadi pagar betis, dia harus tahu bahwa terkena bola adalah risiko. Pemain yang menjadi pagar betis tidak boleh takut terkena bola.”

“Namun, Ronaldo justru berbalik badan untuk menghindari bola. Itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan tindakan Ronaldo,” ucap Capello menambahkan.

Meskipun demikian, Ronaldo tampaknya tak berlajar dari kesalahannya.

Pasalnya, kesalahan yang sama diulangi Ronaldo saat menjadi pagar betis untuk Juventus ketika melawan Parma dalam laga pekan ke-32 Liga Italia, Rabu (21/4/2021) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Berduel di Allianz Stadium, Juventus sebenarnya berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan 3-1 atas Parma.

Namun, hasil positif itu dinodai dengan kesalahan Ronaldo yang berbuah gol semata wayang Parma pada menit ke-25.

Gol tersebut bermula dari tendangan bebas yang diberikan wasit setelah Gervinho dijatuhkan oleh Weston McKennie di dekat kotak penalti Juventus.

Sebanyak empat pemain Juventus, termasuk Ronaldo, menjadi pagar betis untuk menghentikan tembakan Gaston Brugman yang ditunjuk jadi eksekutor.

Saat tiga pemain lainnya melompat ketika Brugman melepaskan sepakan kaki kanannya, Ronaldo justru sibuk melindungi wajah dengan memelukkan tangannya.

Bola tembakan Brugman pun terbang melewati kepala Ronaldo dan meluncur ke ke arah kiri gawang kiper Juventus, Gianluigi Buffon.

Berkat gol yang bermula dari kesalahan Ronaldo itu, Parma pun membuka keunggulan atas Juventus.

Beruntung bagi Juventus, mereka mampu mengatasi ketertinggalan dengan membalas lewat gol Alex Sandro (43′, 47′) dan Matthijs de Ligt (68′).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed